Memilih jurusan kuliah bukan urusan yang mudah dan bukan persoalan yang sepele. Banyak faktor yang harus diperhitungkan dan dipikirkan masak-masak. Memilih secara tergesa-gesa tanpa memperhitungkan segala aspek akan berakibat fatal mulai dari kesadaran yang terlambat bahwa jurusa yang diambil tidak sesuai dengan kepribadian sampai pada drop out / DO atau dikeluarkannya seorang mahasiswa / mahasiswi karena dinyatakan tidak mampu mengikuti pendidikan yang diikutinya. Maka dari itu pemilihan jurusan sedini mungkin harus mulai dipertimbangkan. Salah pilih jurusan merupakan bencana dan kerugian yang besar bagi anda di masa depan.
Cara milih jurusan di Perguruan Tinggi yang baik :
1. Menyesuaikan Cita-Cita, Minat dan Bakat
Bagi yang telah memiliki cita-cita tertentu, maka lihatlah jrurusan apa yang dapat membawa menuju profesi atau pekerjaan yang diinginkan tersebut. Janganlah memilih jurusan teknik geodesi jika anda ingin menjadi seorang dokter ahli kandungan dan jangan pula memilih jurusan sastra jawa jika bercita-cita menjadi polisi.
Sesuaikan jurusan yang ingin diambil dengan minat dan bakat. Jika tidak menyukai hitung-hitungan janganlah mengambil jurusan matematika dan jika tidak menyukai menggambar jangan mengambil jurusan teknik sipil. Kemudian lihat bakat anda saat ini. Mengembangkan bakat yang sudah ada disertai dengan rasa suka dan cita-cita pada suatu jurusan studi akan menjadi pilihan yang tepat.
2. Informasi yang Sempurna
Carilah informasi yang banyak sebagai bahan pertimbangan anda untuk memilih jurusan. Cari dan gali informasi dari banyak sumber seperti orang tua, saudara, guru, teman, bimbel, tetangga, konsultan pendidikan, kakak kelas, teman mahasiswa, profesional, dan lain sebagainya. Jangan mudah terpengaruh dengan orang lain yang kurang menguasai informasi atau ikut-ikutan teman / trend.
Internet juga merupakan media yang tepat dan bebas untuk bertanya kepada orang-orang di dalamnya tentang apa yang ingin kita ketahui. Cari situs forum atau chating melalui messenger dengan orang yang dapat dipercaya. Semua informasi yang didapat dirangkum dan dijadikan bahan untuk membantu memilih jurusan.
3. Lokasi dan Biaya
Bagi orang yang hidup dalam ekonomi atas, memilih jurusan tidak akan menjadi masalah. Biaya yang nantinya harus ditanggung dapat diselesaikan dengan mudah baik dari pengeluaran studi, biaya hidup, lokasi tempat tinggal, dan lain sebagainya. Bagi masyarakat golongan menengah ke bawah, lokasi dan biaya merupakan masalah yang sangat diperhitungkan.
Jika dana yang ada terbatas maka pilihlah lokasi kuliah yang dekat dengan tempat tinggal atau lokasi luar kota yang memiliki biaya hidup yang rendah. Pilih juga tempat kuliah yang biaya pendidikan tidak terlalu tinggi. Jika dana yang ada nanti belum mencukupi, maka carilah beasiswa, keringanan, pekerjaan paruh waktu / freelance atau sponsor untuk mencukupi kebutuhan dana anda. Jangan jadikan pula uang sebagai faktor yang sangat menghambat masa depan anda.
4. Daya Tampung Jurusan / Peluang Diterima
Perhatikan daya tampung suatu jurusan di PTN dan PTS favorit. Pada umumnya memiliki kuantitas yang terbatas dan diperebutkan oleh banyak orang. Jangan membebani diri anda dengan target untuk berkuliah di tempat tertentu dengan jurusan tertentu yang favorit. Anda bisa stres jika kehendak anda tidak terpenuhi. Buat banyak pilihan tempat kuliah beserta jurusannya.
Ukur kemampuan untuk melihat sejauh mana peluang menempati suatu jurusan di tempat favorit. Adanya seleksi masal yang murni seperti UMPTN, SPMB, Sipenmaru dan lain sebagainya dapat menjegal masa depan studi anda jika tidak persiapkan dan diperhitungkan matang-matang. Pelajari soal-soal seleksi dan ikuti ujian try out sebagai percobaan anda dalam mengukur kemampuan yang anda miliki.
Namun jangan terlalu minder dengan hasil yang didapat. Jika pada SPMB ada 2 jurusan yang dapat dipilih, pilih satu jurusan & tempat yang anda cita-citakan dan satu jurusan lain atau lokasi lain yang sesuai atau sedikit di bawah kemampuan anda.
5. Masa Depan Karir dan Pekerjaan
Lihatlah ke depan setelah anda lulus nanti. Apakah jurusan yang anda ambil nanti dapat mengantar anda untuk mendapatkan pekerjaan dan karir yang baik? Banyak jurusan-jurusan yang saat ini lulusannya menganggur tidak bekerja. Tidak hanya orang dari jurusan tertentu saja yang dapat bekerja pada suatu profesi, karena saat ini rekrutmen perusahaan dalam mencari tenaga kerja tidak melihat seseorang dari latar belakang pendidikan saja, namun juga pengalaman. Tetapi jika kompetensi, keberanian dan kemampuan anda jauh dari orang-orang normal, maka jurusan apapun yang anda ambil sah-sah saja.
Biarkanlah hati dan akal sehat anda bicara tanpa adanya campur tangan dari orang lain. Konsultasikan dengan orang tua dan orang lain yang anda percayai. Pemilihan jurusan kuliah sangat menentukan masa depan anda. Selamat berjuang.
Jumat, 18 November 2011
Tips dan Cara Memilih Jurusan Kuliah Di Perguruan Tinggi Yang Baik dan tepat untuk bakat kita
Diposkan oleh
Agit Darwanto
di
17:41
Senin, 23 Mei 2011
Perubahan Zat atau Benda Cair, Padat dan Gas - Pelajaran Kimia dan Fisika
Diposkan oleh
Agit Darwanto
di
19:06
1. Benda atau zat padat berubah menjadi benda
cair
= Mencair atau Pencairan
Contoh :
- es krim yang berubah menjadi cair terkena
suhu panas
- permen atau coklat yang mencair terkena suhu
panas
2. Benda atau zat cair berubah menjadi benda
padat
= Membeku atau Pembekuan
Contoh :
- membuat es kebo dari air sirup dalam plastik
- membuat agar-agar atau jelly
3. Benda atau zat padat berubah menjadi benda
gas
= Menyublim atau Penyubliman atau Sublim
Contoh :
- kapur barus yang menyublim menjadi gas
berbau wangi
- Biang es didalam kotak es tongtong untuk
mendinginkan es
4. Benda atau zat gas berubah menjadi benda
padat
= Menghablur atau Penghabluran atau hablur atau
mengkristal atau pengkristalan
Contoh :
- pembuatan ammonium sulfat dan ammonium
nitrat bahan pupuk
5. Benda atau zat gas berubah menjadi benda cair
= Mengembun atau Pengembunan
Contoh :
- Hujan di malam minggu berasal dari uap awan
yang menjadi air
- Udara lembab dan dingin di pagi hari membuat
embun di pucuk daun
6. Benda atau zat cair berubah menjadi benda gas
= Menguap atau Penguapan
Contoh :
- Air comberan menguap menjadi uap terkena
sinar matahari
- Spirtus atau spiritus menguap saat terkena
udara
cair
= Mencair atau Pencairan
Contoh :
- es krim yang berubah menjadi cair terkena
suhu panas
- permen atau coklat yang mencair terkena suhu
panas
2. Benda atau zat cair berubah menjadi benda
padat
= Membeku atau Pembekuan
Contoh :
- membuat es kebo dari air sirup dalam plastik
- membuat agar-agar atau jelly
3. Benda atau zat padat berubah menjadi benda
gas
= Menyublim atau Penyubliman atau Sublim
Contoh :
- kapur barus yang menyublim menjadi gas
berbau wangi
- Biang es didalam kotak es tongtong untuk
mendinginkan es
4. Benda atau zat gas berubah menjadi benda
padat
= Menghablur atau Penghabluran atau hablur atau
mengkristal atau pengkristalan
Contoh :
- pembuatan ammonium sulfat dan ammonium
nitrat bahan pupuk
5. Benda atau zat gas berubah menjadi benda cair
= Mengembun atau Pengembunan
Contoh :
- Hujan di malam minggu berasal dari uap awan
yang menjadi air
- Udara lembab dan dingin di pagi hari membuat
embun di pucuk daun
6. Benda atau zat cair berubah menjadi benda gas
= Menguap atau Penguapan
Contoh :
- Air comberan menguap menjadi uap terkena
sinar matahari
- Spirtus atau spiritus menguap saat terkena
udara
Rabu, 23 Februari 2011
ciri ciri bilangan habis dibagi
Diposkan oleh
Agit Darwanto
di
17:17
1. CIRI-CIRI BILANGAN HABIS
DIBAGI 2 :
perhatikanlah!!
suatu bilangan habis dibagi 2, jika
angka terakhirnya adalah nol
atau bilangan genap
contoh : 58,100, 7356, dsb
2. CIRI-CIRI BILANGAN HABIS
DIBAGI 3 :
suatu bilangan habis dibagi 3, jika
jumlah angka angkanya habis
dibagi3
contoh : 5262 => 5 +2+6+2 = 15
hbis dibagi 3
3. CIRI-CIRI BILANGAN HABIS
DIBAGI 4 :
suatu bilangan habis dibagi 4, jika
angka yang terakhir adalah 00
atau bilangan kelipatan 4 (jika
bilangan genap)
contoh : 24,100, 68, dsb
4. CIRI-CIRI BILANGAN HABIS
DIBAGI 5 :
suatu bilangan habis dibagi 5, jika
angka terakhir adalah 0 dan 5
contoh : 5470-> angka
terakhirnya 0
6565-> aangka terakhirnya 5
5. CIRI-CIRI BILANGAN HABIS
DIBAGI 8 :
suatu bilangan habis dibagi 8, jika
3 angka terakhirnya adalah 000
atau habis dibagi 8
contoh : 248, 1000, 200
6. CIRI-CIRI BILANGAN HABIS
DIBAGI 9 :
suatu bilangan habis dibagi 9, jika
jumla angka-angkanya
merupakan kelipatan dari 9
contoh : 5 3 1 => 5+3+1 = 9
8 9 1 => 8+9+1 = 18
7. CIRI-CIRI BILANGAN HABIS
DIBAGI 10 :
suatu bilangan habis dibagi 10,
jika angka satuannya nol
contoh : 100, 1000, 2570
8. CIRI-CIRI BILANGAN HABIS
DIBAGI 11 :
suatu bilangan habis dibagi 11,
jika selisih dari jumlah angka-
angka ditempat ganjil dan jumlah
angka-angka ditempat genap
adalah 0 atau 11
contoh : 6 9 3 => (6+3) - 9 = 0
9680 => (9+8) - (6+0) = 11
9. CIRI-CIRI BILANGAN HABIS
DIBAGI 25 :
suatu bilangan habis dibagi 25,
jika 2 angka terakhir adalah 00
atau 25 atau 50 atau 75
contoh : 200, 325, 450, 575, dsb.
10. CIRI-CIRI BILANGAN HABIS
DIBAGI 50 :
suatu bilangan habis dibagi 50,
jika 2 angka terakhir adalah 00
atau 50
contoh : 250, 300, 1500 dsb
11. CIRI-CIRI BILANGAN HABIS
DIBAGI 100 :
suatu bilangan habis dibagi 100,
jika 2 angka terakhir adalah 00
contoh : 500, 1000
DIBAGI 2 :
perhatikanlah!!
suatu bilangan habis dibagi 2, jika
angka terakhirnya adalah nol
atau bilangan genap
contoh : 58,100, 7356, dsb
2. CIRI-CIRI BILANGAN HABIS
DIBAGI 3 :
suatu bilangan habis dibagi 3, jika
jumlah angka angkanya habis
dibagi3
contoh : 5262 => 5 +2+6+2 = 15
hbis dibagi 3
3. CIRI-CIRI BILANGAN HABIS
DIBAGI 4 :
suatu bilangan habis dibagi 4, jika
angka yang terakhir adalah 00
atau bilangan kelipatan 4 (jika
bilangan genap)
contoh : 24,100, 68, dsb
4. CIRI-CIRI BILANGAN HABIS
DIBAGI 5 :
suatu bilangan habis dibagi 5, jika
angka terakhir adalah 0 dan 5
contoh : 5470-> angka
terakhirnya 0
6565-> aangka terakhirnya 5
5. CIRI-CIRI BILANGAN HABIS
DIBAGI 8 :
suatu bilangan habis dibagi 8, jika
3 angka terakhirnya adalah 000
atau habis dibagi 8
contoh : 248, 1000, 200
6. CIRI-CIRI BILANGAN HABIS
DIBAGI 9 :
suatu bilangan habis dibagi 9, jika
jumla angka-angkanya
merupakan kelipatan dari 9
contoh : 5 3 1 => 5+3+1 = 9
8 9 1 => 8+9+1 = 18
7. CIRI-CIRI BILANGAN HABIS
DIBAGI 10 :
suatu bilangan habis dibagi 10,
jika angka satuannya nol
contoh : 100, 1000, 2570
8. CIRI-CIRI BILANGAN HABIS
DIBAGI 11 :
suatu bilangan habis dibagi 11,
jika selisih dari jumlah angka-
angka ditempat ganjil dan jumlah
angka-angka ditempat genap
adalah 0 atau 11
contoh : 6 9 3 => (6+3) - 9 = 0
9680 => (9+8) - (6+0) = 11
9. CIRI-CIRI BILANGAN HABIS
DIBAGI 25 :
suatu bilangan habis dibagi 25,
jika 2 angka terakhir adalah 00
atau 25 atau 50 atau 75
contoh : 200, 325, 450, 575, dsb.
10. CIRI-CIRI BILANGAN HABIS
DIBAGI 50 :
suatu bilangan habis dibagi 50,
jika 2 angka terakhir adalah 00
atau 50
contoh : 250, 300, 1500 dsb
11. CIRI-CIRI BILANGAN HABIS
DIBAGI 100 :
suatu bilangan habis dibagi 100,
jika 2 angka terakhir adalah 00
contoh : 500, 1000
Sabtu, 01 Januari 2011
Pengertian Nasionalisme
Diposkan oleh
Agit Darwanto
di
10:57
Pengertian Nasionalisme
Nasionalisme berasal dari kata
‘ nation’ (Inggris) yang berarti
bangsa.
Ada beberapa tokoh
mengemukakan tentang
pengertian Nasionalisme.
1. Menurut Ernest Renan:
Nasionalisme adalah kehendak
untuk bersatu dan bernegara.
2. Menurut Otto Bauar:
Nasionalisme adalah suatu
persatuan perangai atau
karakter yang timbul karena
perasaan senasib.
3. Menurut Hans Kohn,
Nasionalisme secara fundamental
timbul dari adanya National
Counciousness. Dengan
perkataan lain nasionalisme
adalah formalisasi (bentuk) dan
rasionalisasi dari kesadaran
nasional berbangsa dan
bernegara sendiri. Dan
kesadaran nasional inilah yang
membentuk nation dalam arti
politik, yaitu negara nasional.
Untuk lebih jelas lagi perlu kita
perhatikan beberapa definisi
nasionalisme berikut ini! 4.
Menurut L. Stoddard:
Nasionalisme adalah suatu
kepercayaan yang dimiliki oleh
sebagian terbesar individu di
mana mereka menyatakan rasa
kebangsaan sebagai perasaan
memiliki secara bersama di
dalam suatu bangsa.
5. Menurut Dr. Hertz dalam
bukunya yang berjudul
Nationality in History and Politics
mengemukakan empat unsur
nasionalisme, yaitu:1. Hasrat
untuk mencapai kesatuan.2.
Hasrat untuk mencapai
kemerdekaan.3. Hasrat untuk
mencapai keaslian.4. Hasrat
untuk mencapai kehormatan
bangsa. Dari definisi itu nampak
bahwa negara dan bangsa
adalah sekelompok manusia
yang:
a. memiliki cta-cita bersama yang
mengikat warga negara menjadi
satu kesatuan; b. memiliki
sejarah hidup bersama sehingga
tercipta rasa senasib
sepenanggungan; c. memiliki
adat, budaya, dan kebiasaan
yang sama sebagai akibat
pengalaman hidup bersama; d.
menempati suatu wilayah
tertentu yang merupakan
kesatuan wilayah; dan e.
teroganisir dalam suatu
pemerintahan yang berdaulat
sehingga mereka terikat dalam
suatu masyarakat hukum.
6. Selanjutnya menurut Louis
Sneyder. Nasionalisme adalah
hasil dari perpaduan faktor-
faktor politik, ekonomi, sosial,
dan intelektual.
Suatu negara kebangsaan akan
menjadi kuat bila timbul nafsu
untuk mengembangkan
negaranya. Nafsu untuk
berkuasa itu mendorong negara
tersebut memperkuat angkatan
perang. Bila telah merasa diri
mereka kuat, maka berbagai
alasan dicari-cari sehingga bisa
timbul penjajahan yang
sesungguhnya. Semangat dan
nafsu untuk berkuasa atas
bangsa lain ini merupakan salah
satu sebab adanya kolonialisme
dan imperialisme.
Makna Nasionalisme
Makna Nasionalisme secara
politis merupakan manifestasi
kesadaran nasional yang
mengandung cita-cita dan
pendorong bagi suatu bangsa,
baik untuk merebut
kemerdekaan atau
mengenyahkan penjajahan
maupun sebagai pendorong
untuk membangun dirinya
maupun lingkungan masyarakat,
bangsa dan negaranya.
Kita sebagai warga negara
Indonesia, sudah tentu merasa
bangga dan mencintai bangsa
dan negara Indonesia.
Kebanggaan dan kecintaan kita
terhadap bangsa dan negara
tidak berarti kita merasa lebih
hebat dan lebih unggul daripada
bangsa dan negara lain. Kita
tidak boleh memiliki semangat
nasionalisme yang berlebihan
(chauvinisme) tetapi kita harus
mengembangkan sikap saling
menghormati, menghargai dan
bekerja sama dengan bangsa-
bangsa lain.
Jadi Nasionalisme dapat
diartikan:
Nasionalisme dalam arti sempit
adalah suatu sikap yang
meninggikan bangsanya sendiri,
sekaligus tidak menghargai
bangsa lain sebagaimana
mestinya. Sikap seperti ini jelas
mencerai-beraikan bangsa yang
satu dengan bangsa yang lain.
Keadaan seperti ini sering
disebut chauvinisme. Sedang
dalam arti luas, nasionalisme
merupakan pandangan tentang
rasa cinta yang wajar terhadap
bangsa dan negara, dan
sekaligus menghormati bangsa
lain.
Nasionalisme Pancasila
Pada prinsipnya nasionalisme
Pancasila adalah pandangan
atau paham kecintaan manusia
Indonesia terhadap bangsa dan
tanah airnya yang didasarkan
pada nilai-nilai Pancasila.
Prinsip nasionalisme bangsa
Indonesia dilandasi nilai-nilai
Pancasila yang diarahkan agar
bangsa Indonesia senantiasa:
menempatkan persatuan –
kesatuan, kepentingan dan
keselamatan bangsa dan negara
di atas kepentingan pribadi atau
kepentingan
golongan;menunjukkan sikap
rela berkorban demi
kepentingan bangsa dan
negara;bangga sebagai bangsa
Indonesia dan bertanah air
Indonesia serta tidak merasa
rendah diri;mengakui persamaan
derajat, persamaan hak dan
kewajiban antara sesama
manusia dan sesama
bangsa;menumbuhkan sikap
saling mencintai sesama
manusia;mengembangkan sikap
tenggang rasatidak semena-
mena terhadap orang lain;gemar
melakukan kegiatan
kemanusiaan;senantiasa
menjunjung tinggi nilai
kemanusiaan;berani membela
kebenaran dan keadilan;merasa
bahwa bangsa Indonesia
merupakan bagian dari seluruh
umat manusia; danmenganggap
pentingnya sikap saling
menghormati dan bekerja sama
dengan bangsa lain.
Nasionalisme berasal dari kata
‘ nation’ (Inggris) yang berarti
bangsa.
Ada beberapa tokoh
mengemukakan tentang
pengertian Nasionalisme.
1. Menurut Ernest Renan:
Nasionalisme adalah kehendak
untuk bersatu dan bernegara.
2. Menurut Otto Bauar:
Nasionalisme adalah suatu
persatuan perangai atau
karakter yang timbul karena
perasaan senasib.
3. Menurut Hans Kohn,
Nasionalisme secara fundamental
timbul dari adanya National
Counciousness. Dengan
perkataan lain nasionalisme
adalah formalisasi (bentuk) dan
rasionalisasi dari kesadaran
nasional berbangsa dan
bernegara sendiri. Dan
kesadaran nasional inilah yang
membentuk nation dalam arti
politik, yaitu negara nasional.
Untuk lebih jelas lagi perlu kita
perhatikan beberapa definisi
nasionalisme berikut ini! 4.
Menurut L. Stoddard:
Nasionalisme adalah suatu
kepercayaan yang dimiliki oleh
sebagian terbesar individu di
mana mereka menyatakan rasa
kebangsaan sebagai perasaan
memiliki secara bersama di
dalam suatu bangsa.
5. Menurut Dr. Hertz dalam
bukunya yang berjudul
Nationality in History and Politics
mengemukakan empat unsur
nasionalisme, yaitu:1. Hasrat
untuk mencapai kesatuan.2.
Hasrat untuk mencapai
kemerdekaan.3. Hasrat untuk
mencapai keaslian.4. Hasrat
untuk mencapai kehormatan
bangsa. Dari definisi itu nampak
bahwa negara dan bangsa
adalah sekelompok manusia
yang:
a. memiliki cta-cita bersama yang
mengikat warga negara menjadi
satu kesatuan; b. memiliki
sejarah hidup bersama sehingga
tercipta rasa senasib
sepenanggungan; c. memiliki
adat, budaya, dan kebiasaan
yang sama sebagai akibat
pengalaman hidup bersama; d.
menempati suatu wilayah
tertentu yang merupakan
kesatuan wilayah; dan e.
teroganisir dalam suatu
pemerintahan yang berdaulat
sehingga mereka terikat dalam
suatu masyarakat hukum.
6. Selanjutnya menurut Louis
Sneyder. Nasionalisme adalah
hasil dari perpaduan faktor-
faktor politik, ekonomi, sosial,
dan intelektual.
Suatu negara kebangsaan akan
menjadi kuat bila timbul nafsu
untuk mengembangkan
negaranya. Nafsu untuk
berkuasa itu mendorong negara
tersebut memperkuat angkatan
perang. Bila telah merasa diri
mereka kuat, maka berbagai
alasan dicari-cari sehingga bisa
timbul penjajahan yang
sesungguhnya. Semangat dan
nafsu untuk berkuasa atas
bangsa lain ini merupakan salah
satu sebab adanya kolonialisme
dan imperialisme.
Makna Nasionalisme
Makna Nasionalisme secara
politis merupakan manifestasi
kesadaran nasional yang
mengandung cita-cita dan
pendorong bagi suatu bangsa,
baik untuk merebut
kemerdekaan atau
mengenyahkan penjajahan
maupun sebagai pendorong
untuk membangun dirinya
maupun lingkungan masyarakat,
bangsa dan negaranya.
Kita sebagai warga negara
Indonesia, sudah tentu merasa
bangga dan mencintai bangsa
dan negara Indonesia.
Kebanggaan dan kecintaan kita
terhadap bangsa dan negara
tidak berarti kita merasa lebih
hebat dan lebih unggul daripada
bangsa dan negara lain. Kita
tidak boleh memiliki semangat
nasionalisme yang berlebihan
(chauvinisme) tetapi kita harus
mengembangkan sikap saling
menghormati, menghargai dan
bekerja sama dengan bangsa-
bangsa lain.
Jadi Nasionalisme dapat
diartikan:
Nasionalisme dalam arti sempit
adalah suatu sikap yang
meninggikan bangsanya sendiri,
sekaligus tidak menghargai
bangsa lain sebagaimana
mestinya. Sikap seperti ini jelas
mencerai-beraikan bangsa yang
satu dengan bangsa yang lain.
Keadaan seperti ini sering
disebut chauvinisme. Sedang
dalam arti luas, nasionalisme
merupakan pandangan tentang
rasa cinta yang wajar terhadap
bangsa dan negara, dan
sekaligus menghormati bangsa
lain.
Nasionalisme Pancasila
Pada prinsipnya nasionalisme
Pancasila adalah pandangan
atau paham kecintaan manusia
Indonesia terhadap bangsa dan
tanah airnya yang didasarkan
pada nilai-nilai Pancasila.
Prinsip nasionalisme bangsa
Indonesia dilandasi nilai-nilai
Pancasila yang diarahkan agar
bangsa Indonesia senantiasa:
menempatkan persatuan –
kesatuan, kepentingan dan
keselamatan bangsa dan negara
di atas kepentingan pribadi atau
kepentingan
golongan;menunjukkan sikap
rela berkorban demi
kepentingan bangsa dan
negara;bangga sebagai bangsa
Indonesia dan bertanah air
Indonesia serta tidak merasa
rendah diri;mengakui persamaan
derajat, persamaan hak dan
kewajiban antara sesama
manusia dan sesama
bangsa;menumbuhkan sikap
saling mencintai sesama
manusia;mengembangkan sikap
tenggang rasatidak semena-
mena terhadap orang lain;gemar
melakukan kegiatan
kemanusiaan;senantiasa
menjunjung tinggi nilai
kemanusiaan;berani membela
kebenaran dan keadilan;merasa
bahwa bangsa Indonesia
merupakan bagian dari seluruh
umat manusia; danmenganggap
pentingnya sikap saling
menghormati dan bekerja sama
dengan bangsa lain.
Jumat, 11 Juni 2010
Langganan:
Entri (Atom)
